Follow Us
Konflik yang berkaitan dengan lingkungan hidup dan sumber daya alam sering melibatkan berbagai kepentingan, pihak, serta dinamika yang kompleks.
Karena itu, penyelesaiannya membutuhkan pemahaman yang menyeluruh dan proses yang terstruktur.
IMN menghadirkan layanan yang mencakup penguatan kapasitas, pemetaan dan analisis konflik, mediasi dan fasilitasi langsung, hingga dukungan terhadap penguatan kebijakan penanganan konflik.
Peningkatan Kapasitas
Meningkatkan kemampuan para pemangku kepentingan dalam memahami dan menangani konflik serta mendukung pengelolaan sumber daya alam secara lebih efektif.
Program peningkatan kapasitas IMN mencakup berbagai topik dalam bidang tata kelola sosial dan resolusi konflik, seperti:
IMN telah menyelenggarakan berbagai program pelatihan bagi mahasiswa, masyarakat adat dan lokal, pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, perusahaan, hingga institusi pemerintah.
IMN telah menyelenggarakan berbagai Pelatihan di Bidang Tata Kelola Sosial dan Resolusi Konflik, khususnya Mediasi, Negosiasi, Pemetaan Konflik dan Resolusi Konflik dan HAM, antara lain:
Memahami konflik secara lebih mendalam melalui proses asesmen, pemetaan, dan analisis terhadap pihak, isu, kepentingan, hubungan, serta dinamika yang membentuk konflik.
Proses ini membantu menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif sebagai dasar dalam menentukan pendekatan dan strategi penyelesaian konflik.
IMN memiliki pengalaman melakukan asesmen dan pemetaan konflik di sektor kehutanan, perkebunan, pertambangan, serta konflik antara masyarakat, perusahaan, dan berbagai pemangku kepentingan.
IMN telah melakukan asesmen/pemetaan konflik sumber daya alam di berbagai bidang, antara lain:
Asesmen, Pemetaan & Analisis Konflik
Mediasi & Fasilitasi
Memfasilitasi proses dialog dan negosiasi antara pihak-pihak yang berkonflik untuk menemukan alternatif penyelesaian yang dapat diterima bersama.
Proses mediasi IMN tidak berdiri sendiri. Setelah para pihak menyepakati penggunaan mediator IMN, proses diawali dengan asesmen, pemetaan, dan analisis konflik sebagai dasar bagi mediator dalam menentukan strategi dan tahapan mediasi.
Pendekatan ini membantu proses mediasi berjalan berdasarkan pemahaman terhadap konteks dan dinamika konflik yang dihadapi.
Layanan Fasilitasi/Mediasi Penyelesaian konflik merupakan kegiatan tak terpisahkan dari asemen/pemetaan dan analisis konflik. IMN telah memiliki mekanisme layanan Mediasi/Fasilitasi, dimana setelah Para pihak (pemohon dan termohon mediasi) menyatakan sepakat menunjukan Mediator IMN maka kegiatan pertama yang dilakukan adalah melakukan Asesmen/Pemetaan dan Analisis Konflik. Hasil Asesmen akan dijadikan pedoman bagi Mediator IMN untuk menentukan strategi dan tahapan Mediasi selanjutnya. Dalam Pelaksanaan Mediasi IMN harus mentaati Kode Etik Mediator IMN, dan jika terjadi pelanggaran kode etik akan proses oleh Majelis Etik IMN. Pengalaman Mediasi/Fasilitasi IMN, antara lain sebagai berikut:
Mendukung pemerintah, perusahaan, dan organisasi masyarakat sipil dalam memperkuat kebijakan serta mekanisme penanganan konflik, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan.
IMN mendorong penggunaan mediasi, fasilitasi, dan negosiasi sebagai ruang dialog untuk membantu para pihak mencapai kesepakatan secara sukarela.
Pengalaman IMN mencakup dukungan terhadap penyusunan regulasi, pedoman mediasi, kurikulum pendidikan dan pelatihan, serta mekanisme penanganan konflik.
Layanan ini ditujukan untuk memperkuat pengarustamaan mekanisme Mediasi/Fasilitasi dan Negosiasi dan resolusi konflik secara umum oleh berbagai lembaga/instansi Pemerintah, Bisnis/Perusahaan dan organisasi masyarakat sipil di Indonesia, utamanya kebijakan yang berhubungan dengan upaya penanganan konflik dalam pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan. Konsep yang ditawarakan IMN umumnya menempatkan mekanisme Mediasi/Fasilitasi dan Negosiasi sebagai ruang dialog untuk mencapai kesepakatan yang dapat diterima secara sukarela oleh para pihak berkonflik. Berikut Pengalaman IMN dalam layanan Penguatan Kebijakan:
Penguatan Kebijakan